Dreams Came True Because of Air Asia [10 Tahun Air Asia Indonesia]

                29 Juni 2014, saya tidak akan melupakan tanggal bersejarah itu. Hari dimana untuk pertama kalinya saya terbang, berada ditengah tengah awan dan menginjakkan kaki pertama kali ke ibukota, dan itu semua berkat Air Asia.

                Sewaktu liburan kenaikan kelas, saya sangat ingin pergi berlibur ke Jakarta. Saya penasaran bagaimana sih ibu kota itu?. Saya ingin mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal disana, seperti Monas, Taman Mini Indonesia Indah, serta Ancol juga untuk mengunjungi sanak saudara disana. Tidak hanya itu saya juga ingin melihat istana presiden, gedung KPK, gedung kementrian serta tempat-tempat lain yang selama ini hanya bisa saya lihat dari televisi. Saya juga ingin melihat secara langsung Universitas Indonesia, kampus impian saya.

                Tetapi keinginan itu ditentang oleh orang tua saya, alasannya tak lain adalah karena tidak punya uang untuk membeli tiket pesawat. Apalagi di masa Ramadhan harga tiket pasti melambung tinggi. Saya pun menjadi pesimis, tapi saya tidak menyerah. Saya mencari tiket dari internet, dan benar saja, harganya sangat mahal. Sebagai seorang pelajar yang penghasilan seluruhnya hanya dari orang tua, saya belum sanggup membeli tiket semahal itu. Saya mulai menyerah, apalagi saat itu banyak tiket yang sudah sold out untuk mudik.

                Tiba-tiba saya teringat dengan Air Asia. Saya langsung mencari haga tiket pesawat. Ternyata tidak seperti pesawat lainnya yang mahal, harga tiket Air Asia hanya under satu juta. Padahal tanggal 29 Juni adalah awal puasa. Bulan Ramadhan tidak membuat harga tiket Air Asia melunjak naik. Finally I got it! Saya langsung membeli tiket pulang-balik di travel untuk saya serta kakak dan adik saya.

                Penerbangan dengan Air Asia adalah penerbangan perdana saya. Pesawatnya berangkat tepat waktu. Saya berangkat dari Medan pukul 15.00 WIB dan sampai di Jakarta pukul 17.00 WIB. Begitu juga saat pulang, tidak ada delay. Pramugarinya sangat ramah. Mereka menyapa satu per satu penumpang saat naik dan turun pesawat dengan ceria. Saya juga tidak merasa bosan dipesawat karena ada majalah 3Sixty yang menemani. Kebetulan sewaktu edisi Juni kemarin memuat biografi lengkap Taylor Swift, idola saya. Ternyata Air Asia adalah pesawat yang dinaiki Taylor Swift sewaktu konser di Indonesia.

Bp26JTcCUAAxAwU.jpg large

                Air Asia membuat impian saya menjadi kenyataan. Saya selalu bertanya kapan saya bisa melihat awan dari jarak dekat. Dan akhirnya saya bisa, berkat Air Asia. Air Asia mengantarkan saya menuju destinasi dengan selamat. Selama di Jakarta saya sudah mengunjungi tempat-tempat wisata yang tidak ada di Medan, melewati gedung-gedung pemerintahan, dan melihat UI. Saya semakin bersemangat untuk belajar agar bisa berkuliah disana. Terlebih lagi saya kelas 3 SMA, perjuangan saya hanya tinggal beberapa bulan lagi. Jika saya diterima di UI, saya akan memilih Air Asia sebagai pesawat yang selalu mengantarkan saya pulang-balik Medan-Jakarta saat kuliah nanti:).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s